Senin, 06 Februari 2017

Cerpen : PENUH DENGAN TRAGEDI

PENUH DENGAN TRAGEDI
Siang  ini wandi, wahyu, dani, maman dan ceweknya maman sedang duduk di warung tempat biasa mereka nongkrong dengan suasan yang cukup panas. Tak lama kemudian teguh, dewa dan bowo pun datang yang katanya habis ngetes ban motornya dewa. “Habis jatuh tau aku tadi di vihara pake vega lagi.”kata teguh.
“Masa iya guh.”wandi sedikit tidak percaya.
“Iya liat lah ni tangan sama kaki aku, sepatu aku sampe koyak lagi, padahal mau dipake untuk nanti malam.” Teguh agak sedikit menyesal.
“Kayaknya ni sepatu gak pernah lihat guh, pasti ni sepatu nyolong.”wandi curiga.
“Iya baru aku ambil tadi di sekolah punya anak pulau lagi.”
“Ha itu lah ko pasti ko kenak santet tu sama anak pulau.”
“Salah besar ko guh kalo ngambil sandal anak pulau.” Sahut dani dengan ketawa.

Tak lama kemudian tampak seorang wanita cantik yang sedang berjalan di kejauhan, terlihat seperti orang yang kebingungan. Sepertinya wanita tersebut ingin pergi ke suatu tempat atau ingin menunggu seseorang ntah lah mereka pun gak ada yang tau. “Kak mau diantar gak?” teguh menggoda. Wanita tersebut melihat teguh seperti melihat harapan bahwa teguh akan mengantarnya. Namun teguh berkonsultasi kepada kawan-kawan yang nongkrong bersama dia untuk meminjam motor. “Aku mau aja ngantar tapi aku gak ada minyak, pinjam motor ko ya wa.” Kata teguh kepada dewa.
“Aku gak ada minyak juga guh.” Jawab dewa.
“Alah tadi minyak ko setengah gitu pinjam lah.”
“Gak ada minyak aku guh.”
“Aku berani aja ngantar tap pake motor siapa.” Kata wahyu.
“Udah lah ko bawa supra aku tuh ganti scorpio aku dirumah.” Kata wandi
“Cepat guh kakak itu udah nunggu tuh!” dani menyuruh teguh.
“Iya guh mana lah tau dapat yakan malam minggu lagi nih pas lah itu yakan.” Kata wandi
“Iya tapi pake motor siapa aku gak ada minyak nih.” Teguh menjawab.
Tak lama kemudian erik pun datang , dan disusul dengan amar yang pura-pura kelewatan dan memutar arah kembali. “Halo iya ayang aku di belakang nih lihat kebelakang lah.” Amar yang pura-pura menelpon dan kebetulan cewek tersebut pun menoleh kebelakang melihat kearah amar. Teguh yang sangat niat mengantar pun mengambil helm amar dan akan mengendarai motor dewa, namun dewa melihatnya dan mengatakan “aku gak ada minyak guh.” Teguh pun mengurungkan niatnya untuk mengantarnya.
Setelah itu wandi pun menghindar karena dia merasa malu sebagai yang lebih tua sehingga dia pindah ke sebelah warung yang di sana terdapat pondok. Dan akhirnya semuanya pun ikut duduk disana bersama kecuali maman dan ceweknya. Karena lama menunggu cewek yang tadi ingin di antar teguh pun di antar oleh seorang bapak penjaga galon tempat cewek tadi berdiri.
Terlihat sepintas amar sedang duduk di pojokan pondok sambil memainkan sesuatu yang di tutupi oleh tasnya. Mereka mengira amar sedang memainkan handphone baru dan akhirnya teguh menegur amar “ wes handphone baru wak si amar.” Dan akhirnya amar menunjukkan apa yang sedang dia mainkan ternyata amar sedang melihat-lihat foto di sebuah kamera kecil. Teguh akhirnya meminjamnya ingin melihat foto-foto yang ada di kamera tersebut. Tak lama kemudian wawan pun datang, dia pun memarkirkan motornya di depan pondok mereka nongkrong. Tapi ada yang aneh dengan wawan yaitu dia memakai sandal tinggi perempuan dan parahnya lagi motifnya macan. Wandi pun bertanya “ko ngapa wan kok pake sandal cewe.”
“Pantas lah tadi aku ketemu ayu dia ketawa liat aku.” Jawab wawan sambil cengingisan melihat sandalnya.
“Iya pula ee trio macan wak dia.” Tegur maman dari tempat dia duduk sama ceweknya.
“Bang maman pesan kopi lah satu ya!” amar kepada maman.
“Iya gampang tu mau pake arang apa dahag aku?” jawab maman.
“Gak usah bang pake daki abang aja kan kulit abang udah hitam.” Celah si amar sambil ketawa.
“Anjing ko ngejek apa ngina ?” maman berkata sambil berjalan menuju amar.
“Hahahaa makanya bang jangan ngejek aku.” Jawab amar yang padahal sia amar ini juga hitam orangnya walaupun tak sehitam si maman sih.
Si teguh pun menyuruh wawan bergaya untuk difoto yang katanya kakak amar minta foto kawan-kawannya amar. Tetapi wawan tidak terlalu percaya karna yang lainya belum ada  yang foto yang alasan teguh karena yang lainnya malu. Wawan pun karena merasa tidak ada yang perlu di malukan pun langsung berfoto. Dan kemudian dewa meminjam kamera dan memfoto wandi sedang duduk yang pura-pura tidak tau kalo dirinya sedang difoto. Wandi pun meminjam kamera untuk melihat foto dirinya namun dia terpikir untuk mencoba merekam video, dia pun merekam semua anak yang ada di pondok tersebut dan meminta amar agar jangan menghapus videonya karena akan di upload ke youtube katanya. Tak lama pun wawan pergi yang katanya mau isi minya, begitu wawan pergi, amar,dewa bowo dan teguh pun ikut pulang juga yang tertinggal disana hanya lah dani,wandi,wahyu, dan sepasang maman.
Maman pun pergi bersama pasangannya, yang tak lama kemudian romi datang. Dani pun mengabari kepada romi bahwa teguh tadi jatuh dia pun berkata “ mati gak dia?” pertanyaan yang sangat mendalam sih tapi hal itu sudah biasa ditanya oleh dirinya untuk menanyakan teguh. Setelah berbincang-bincang tentang keadaan teguh tak lama kemudian pun teguh datang, dan romi langsung berkata” baru di omongin, udah datang dia emang paling gak bisa disebut nama dia datang dia.” Teguh pun datang dengan muka yang agak lesu sedikit dan langsung duduk di depan romi, romi pun bertanya “ tadi ko jatuh ya apa yang hancur?”
“Mana ada aku jatuh.” Teguh mengeles dengan muka polos yang tampak seperti gak ada kejadian sama sekali.
“Alah jangan nak borak ko dari kenalpot ko aja aku bisa tau kalo ko habis jatuh!” romi menunjuk kearah kenalpot motor teguh.
“Gak ada lay sumpah lah.”
“Oh iya lah iya lah.” Romi kesal sambil menyuruh semuanya diam.

Romi dan yang lainnya ingin mengetest teguh seberapa peka dia terhadap makanan. Romi pun becerita bahwa dirinya tadi habis membawakan makan kepada yang lainnya. Makanan itu ialah taek yang sebenarnya ada lah taik untuk mengecoh teguh, romi mengatakan makanan itu dari jawa yang baru saja dikirimkan oleh saudaranya dan yang lainnya meyakinnkan teguh soal makanan tersebut. Tak lama wawan pun datang dan teguh pun bertanya kepada wawan “wan ko pernah makan taek?” wawan pun menjawb pernah Karen dia mengerti maksud taek adalah taik. Ketika teguh mendengar hal tersebut dia pun menyuruh romi mengambilnya tapi romi mengelak karena alasan masih di jemur belom kering karena dia gak mungkin memberikan taik kepada kawannya sendiri. Hal seperti ini selalu terjadi dan sebagai candaan diantara mereka dan membuat lelucon dianta kami semua.

Ditulis : RISWANDY LUBIS

Kalo ada saran dan komentar mohon dilampirkan di kontak komentar, dan mohon bila ingin copy paste lampirkan blog dan penulisnya. Terimakasih !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar